Hijab Talks
Shalihah, pernah kah merasa keberatan memakai pakaian muslimah yang memang harus benar2 menutup sesuai syari'at Islam? Apalagi kalau kita hidup di lingkungan yang tidak terlalu memperhatikan ke syari'at pakaian muslimah. Rasa hati ingin berhijrah, namun bayangan akan berbagai tanggapan itu datang dari berbagai arah. Hingga tak salah ada ungkapan, hal tersulit dari suatu perubahan adalah "memulainya".
Mungkin akan muncul rasa ragu awalnya karena takut tak kuasa menghadapi pembicaraan orang2 sekitar. Meskipun akhirnya kau akan paham bahwa perasaan itu hanya ada dalam pikiranmu sendiri, kenyataan mengatakan semua baik2 saja, bahkan akan menjadi lebih baik. Mungkin ada rasa khawatir karena belum memiliki banyak stok baju panjang, takut tidak Istiqomah, dan lain lain. Hal itu mungkin terfikirkan berhari hari hingga akhirnya hatimu sendiri akan paham, mulai mantap dan menyerahkan semua padaNya.
Lalu semua berjalan seperti biasa. Mungkin kau akan terbiasa mengatakan bodo amat dengan suara2 di sekitar , hingga akhirnya masa yang sangat ringkih itu terlewati.
Memang, tak dapat dipungkiri, setiap ada keinginan untuk naik level, selalu saja kita dihadapkan dengan tantangan baru. Tapi tak apa, Allah selalu bersama kita. Bukankah penyelesai terbaik adalah Dia dan diri kita sendiri? Angin di luar boleh berisik, tapi apa pengaruhnya jika masih ada tiang yang begitu kokoh untuk berpegang. Tenangg.... Allah bersamamu.
Shalihah, aku yakin semua sepakat bahwa pakaian muslimah sesuai syari'at Islam bukan hanya melindungi pemakai dari hal2 yang tak diinginkan, namun juga melindungi orang2 di sekitar dari berbagai kejahatann yang mengancam.
Memakai jilbab menutup dada bukan hanya dapat menundukkan pandangan yang bukan mahramnya, namun juga membuatmu semakin mulia. Memakai celana panjang bukan hanya melindungi pandangan orang sekitar kita dari hal2 yang tidak seharusnya, namun juga dapat menjadi pelindung auratmu ketika rok atau gamis yang kau kenakan tertiup angin. Memakai kaos kaki, memakai handsock abaikan jika ada yang bilang bahwa itu adalah fanatik, karena itulah yang menjadi pembedamu, yang menutup masuknya syaithan dari celah sekecil apapun.
Shalihah, kita pasti akan melewati fase2 itu. Fase kritis, ingin berubah, ringkih dan fase2 lainnya. Dimanapun kalian, mari saling berproses bersama, saling menguatkan, saling mendoakan, saling mengingatkan dalam balutan muslimah yang sesungguhnya. Shalilah, Keep loving your beauty 🙌🏻 🌸

Komentar
Posting Komentar