Pelajaran dari Seorang Anak Kecil

Ada lagi sebuah hikmah, yang Allah tunjukkan kepadaku. Saat itu, seusai pembelajaran di kelas, kurang lebih pukul 10.30 WIB aku memutuskan untuk memanfaatkan waktu dengan Shalat Dhuha di Masjid Rahmi. Seusai Shalat Dhuha kulihat ada pandangan menarik di belakangku. Ada seorang anak kecil seusia 9 tahun yang sedang bersiap untuk mengenakan mukena. Aku tertarik dengannya. Aku berfikir antara ia akan shalat dhuha atau ia yang terlalu cepat shalat dzuhur (karena saat itu waktu sudah menunjukkan kurang lebih pukul 11.00 WIB). Karena penasaran, aku tunggu dia hingga ia selesai menunaikan shalat. Seusai ia shalat aku hampiri dia. Aku bertanya tentang beberapa hal kepadanya.
"Dik, kamu tadi shalat apa?"
"Shalat Dhuha" jawabnya dengan singkat dan nampak malu2
"Kamu kelas berapa?"
"Kelas 4"
"Yang nyuruh shalat Dhuha siapa? Disuruh mama?"
"Enggak, emang pengen sendiri"
"Ooh, kok sendirian aja? Gaada temennya?"
"Nggak kok, sama Ibuk, tapi ibuk lagi di gudang Gedung C"
"Ooh, terus kamu kenapa nggak sekolah?"
"Lagi liburan jadi pengen membantu ibuk kerja"

MasyaAllah, kalau aku ingat kejadian itu, rasanya hatiku tersentuh. Anak kecil usia 9 tahun lebih mementingkan shalat dhuha dan membantu ibunya daripada bermain, dan disela sela itu dia masih menyempatkan untuk sholat dhuha, hati mana yg tidak tertampar :(((( 

Kuingin masih melanjutkan pertanyaanku, tiba2 Adzan Dzuhur berkumandang. Selesai Adzan aku dibuat terheran lagi dengan anak kecil ini. Aku berpikir lagi ketika ia tiba2 berdiri dan menunaikan shalat, apakah dia ini shalat Qabliyah Dzuhur atau ia Shalat Dzuhur munfarid? Tak mau ketinggalan, aku pun melaksanakan shalat Sunnah Qabliyah Dzuhur.

Seusai shalat, aku menanyainya kembali.
"Dik, kamu tadi shalat apa?"
"Shalat Sunnah"

Dalam hati aku berkata, "Astaghfirullah, maafkan hamba yang sempat meragukannya Ya Allah"

Sejak saat itu malu rasanya berkata malas untuk beribadah dan mengerjakan amalan2 Sunnah.

Komentar

Postingan Populer