Jurnal Harian ku, 23 September 2021

Tulisanku kali ini terinspirasi dari tulisan kak Febriawan Jauhari
Tentu, sebagai manusia biasa aku sering merasakan malas untuk menulis mungkin menulisku bukan suatu yang bermanfaat bagi banyak orang ya, melainkan lebih ke evalusi diriku sendiri tapi aku berharap dari perjalananku ada satu atau dua hal yang bisa teman2 petik dan ambil untuk jadi pembelajaran.

Salah satu hal yang aku rasakan akhir2 ini adalah, tidak munafik, ya tentang percintaan. Ya beginilah jalan dari percintaan, pasti ada naik dan turunnya. Pun seperti air laut ada pasang ada surutnya dan mungkin ada saatnya mengering hingga tak berair kembali..hingga suatu saat laut itu akan berubah menjadi dataran tandus yang mati tak berpenghuni. Laut itupun mengering dan hingga suatu saat ada seseorang yang melihat sesuatu yang berkilauan di dalam laut yang sudah tak cukup cantik lagi untuk dipandang, iya dan itu adalah mutiara. Sesuatu yang tetap abadi di dalam sana meskiun semua makhluk yang ada di sana meninggalkan lautnya....  Seseorang itupun yakin bahwa sebelumnya ada kehidupan di sini dan perlahan ia mulai membangun segala sesuatu di atas tanah itu dan ia pun mendapatkan buah dari hasil kerja keras dan ketulusannya. 
Pesanku adalah, meskipun semua orang meninggalkanmu atau kau ditinggalkan oleh orang yang engkau cintai sekalipun jangan pernah berubah untuk tidak menjadi dirimu sendiri atau justru kau meninggalkan dirimu Demi seseorang. Dan mutiara itu adalah hati yang tetap terawat tak akan bisa tergoyah oleh apapun yang ada di sekitarnya. So, apapun yg terjadi diluar snaa, sesakit apapun itu tetaplah berbuat baik, bahkan meskipun kau tidak dianggap baik oleh lingkungan sekitarmu. Jangan goyah imanmu karena disitulah letak nyamanmu.

Saya Erviana Intan Rasari, pamit undur tidur.
(Ceilehh sudah seperti motivator aja wkwk)

Komentar

Postingan Populer