Benefit Bounce Back
Sebagaian diantara kita, mungkin sering bertanya, kok rasanya aku melakukan kebaikan, namun rasanya dunia masih begitu kejam padaku.
Bukan bermaksud pamer kebaikan, namun suatu hari, di jalan, aku bertemu dengan seorang perempuan seusiaku, dia sedang jalan kaki, mungkin juga baru pulang dari kuliah. Karena kita searah, aku yang naik motor berhenti sejenak dan menawarkannya untuk membonceng motorku. Akan tetapi dia menolak, dia bilang itu sudah dekat dengan kosnya. Akhirnya, aku lanjutkan perjalanan dengan motorku. Sesampainya di depan pintu gerbang asrama, aku menyadari ada sesuatu yang hilang, ya... dompetku tidak ada. Dalam hati aku berkata: Ya Allah, dompetku baru saja aku isi, ada kurang lebih 600k, dan KTM nya baru saja aku buat tadi ya Allah, akankah aku akan membuat KTM yang keempat kali?:"))
Meski demikian, aku tetap yakin hal-hal yang diluar kendaliku, sudah diatur olehNya. Tak selang beberapa lama, baru saja aku mau ngecek di jok motorku, tiba2 ada seorang bapak mengendarai motor, dari kejauhan ia memanggil "Mbak2, ini dompetnya jatuh" di tangannya aku lihat bapak itu membawa dompet berwarna abu-abu merah maroon yang tak lain itu adalah dompetku.
Alhamdulillah, MasyaAllah, ada rasa kagum dan syukur. Setelah bertemu diberikanlah dompet itu padaku, dan bapak tersebut langsung pergi.
Sungguh, kita takkan pernah tahu darimana rezeki itu datang. Hanya sekedar bertemu dengan orang-orang baik seperti bapak penemu dompetku tadi bagiku itu sudah sangat menjadi rezeki.
Mungkin sering, kita bertanya-tanya, aku sudah sering berdoa, beribadah tapi kok ya gini2 aja ya. Katanya doa bakal pasti dikabulkan.
Benar, memang benar. Tapi kadang kita yang sulit untuk melihat dimana rezeki itu berada. Ingatkah dengan hp atau laptop atau iphone dan sebagainya yang saat ini kamu pegang? Bisa saja Allah mengambilnya darimu dengan cara yang Allah suka jika ia berkehendak. Ingatkah dengan teman-teman baikmu yang selalu mendukungmu, atau mungkin sekedar menghiburmu, atau mungkin ia yang menjadi petunjuk agamamu? Ingatkah? Bisa saja Allah menghalangimu untuk bertemu dengannya jika Ia berkehendak, dan kamu terhalang dari kebahagiaan itu, kemesraan itu, kebaikan itu, ilmu itu, dan sebagainya.
Syukur jangan cuma di bibir bilang, "iya aku bersyukur" tapi yang terpenting adalah bagaimana hati meyakini kebaikan yang Allah berikan, mengekspresikan, dan mengamalkannya.
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Surah al-Zalzalah 99: 7).
Jika balasan kebaikan itu tak kunjung datang di dunia, mungkin telah Allah siapkan yang lebih indah di akhirat, dan jika kau merasa tak kuat dengan beban di dunia, maka ingatlah bahwa sesungguhnya kebaikanmu telah menambah kecintaanNya kepadamu.
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’am: 160).
Negosiasi sama Allah mah, gaakan ada ruginya💕💕🌸🌸💓💓

Komentar
Posting Komentar